(Travel Diaries – 4) Exploring Karimun Jawa

30 Oktober – 1 November 2011

Karimun Jawa, daerah itu akhir-akhir ini seringkali dibicarakan. Karena alasan itu lah gw memutuskan untuk mengunjungi seberapa indahnya pantai di tempat tersebut. Agak mendadak dan tanpa perencanaan sebenarnya, gw kesana berempat bareng teman dan sodara gw. Kita mengambil paket di agen ini: sukawisata.com, informasinya bisa dilihat di Facebook Karimun Jawa Murah. Agen ini menawarkan harga trip yang terbilang cukup murah dibanding agen yang lain. Awalnya sih gw agak ragu, karena agen ini punya track record yang kurang oke dari yang gw baca di link ini:

http://groups.yahoo.com/group/Jejakkaki/message/7469.

Tapi karena budget yang super tipis, akhirnya gw tetap menggunakan agen ini dan memilih jadwal 3 hari 2 malam dengan harga Rp. 495.000,00. Awal keberangkatan gw adalah dari terminal Bogor-Lebak Bulus. Sebenarnya di Bogor ada beberapa bis yang langsung jurusan Jepara, salah satunya adalah bis Santika, lumayan bagus sih bisnya. Tapi menurut salah seorang teman gw bis jurusan Jepara yang recommended adalah Mujijaya atau Bejeu. Konon katanya bis lain suka mengangkut penumpang di sembarang tempat, alias berenti-berenti seenak jidat. Akhirnya gw naik bis Bejeu, harga tiketnya Rp. 120.000,00 sudah termasuk snack (air mineral+roti) dan mendapat makan malam (seadanya). Bis-nya bersih dan nyaman, untuk kamar mandinya yaaaa “agak” bau sih. Yang paling penting tersedia colokan listrik.

Bis-nya berangkat jam 5 sore, tiba di Jepara jam setengah 6 pagi. Perjalanan Lebak Bulus-Jepara sekitar 13 jam. Betapa keritingnya tulang-tulang gw setelah perjalanan itu. Untuk sampai ke pelabuhan Jepara kita bisa naik becak Rp. 10.000-15.000/2 orang atau minta diantarkan langsung oleh bis-nya, kita tinggal menambah ongkos Rp. 10.000,00/orang.

Beruntungnya, trip kali ternyata kapalnya agak kosong. Tapi sialnya pemberangkatan jadi ngaret, yang seharusnya jam 7 menjadi jam 9. Nama kapal yang mengangkut kita dari Jepara ke Karjaw adalah Kapal Muria, terdiri dari ruang ekonomi dan VIP. Kalau mau pindah ke ruang VIP harus menambaj Rp. 20.000,00/orang. Fasilitasnya ada AC, kamar mandi di dalam ruangan, dan tentu saja kursi yang lebih nyaman. Menyebrang laut dari Jepara ke Karjaw memakan waktu kurang lebih 6 jam *penderitaan ternyata belum berakhir sodara-sodaraaaa* Buat yang suka mabuk laut jangan lupa ya bawa Antimo, Tolak Angin, Kayu Putih, atau minyak angin lainnya. Berguna bangeeeettt! *ketara banget sih gw mabok laut*

Sampai di Karjaw kita disuguhkan dengan welcome drink es kelapa muda (boleh nambah sampe kembung). Dan dijemput menggunkan mobil pick up untuk menuju homestay.

Gw dapet homestay yang enak, bersih, besar dan nyaman banget. Hanya saja panasnya ngga nahan, badan berasa lengket. Nama homestay yang gw tempati adalah Karimun Indah Family, dengan fasilitas 2 double bed, meja+kursi, fan, rak handuk, kamar mandi di dalem (shower+closet duduk). Semuanya bersih dan terlihat baru. Namun sayang disini listriknya masih dijatah, dari jam 5 subuh sampai jam 6 sore semua listrik padam. Kebayang dong panasnya kaya apa. Jadi sebelum pergi pastikan alat elektronik kalian terisi penuh ya.

Yang paling mengecewakan dari agen ini adalah makanannya, rasanya ngga karuan. Akhirnya kita memutuskan untuk makan di pinggir pelabuhan. Kakap merah bakar+2 nasi+2 es teh manis hanya Rp. 26.000,00 aja. Murah banget yah? Rasanya juga enak.

Hari pertama di karjaw, acara bebas. Berkenalanlah kita dengan teman-teman satu agen yang sama. Ada Rico, Imel, Agus, herul, Junet, Anna, Tiwi. Plus duo maut Caca sama Denny, haha.. Gara-gara Karjaw, sampai saat ini kita tetep keep contact dan sering traveling bareng loh.

Walaupun Karjaw letaknya diantah berantah, jangan salah, ada juga loh cafe disana. Namanya Amore, tempatnya cozy banget. Viewnya langsung menghadap laut. Makanannya juga variatif dan cukup murah.

Hari kedua adalah acara full nya. Kita berangkat dari pelabuhan jam 8 pagi, menggunakan kapal motor. Wilayah yang akan kita jelajahi antara lain: Pulau Cemara Besar, Pulau Menjangan, Penangkaran Hiu, Pulau Gosong, Pantai Ujung Gelam. Untuk pulau satu ke pulau lainnya jaraknya cukup berdekatan.

Hari ketiga, jam 7 pagi kita udah siap-siap kembali ke Jepara lagi. Ternyata ada kejadian tak disangka-sangka, kapalnya penuh banget, ruang ekonomi maupun VIP. Panik melanda! Sialnya sebelumnya kita belum memesan tiket VIP untuk pulangnya, karena berpikir pasti akan kosong sama saja dengan hari keberangkatan. Salah besar! *bulir-bulir air mata pun berjatuhan* *nangis*

Hari itu ruang VIP harganya naik berkali lipat, menjadi Rp. 60.000,00 dan tiket pun sudah ludes terjual. Akhirnya kita berinisiatif menyewa kamar nahkoda di lantai 3, dan harus membayar harga Rp. 300.000,00/kamar. Karena kita berempat jadi per orang dikenakan Rp. 75.000,00, lebih nyaman dari ruang VIP tentunya. Karena selain ber-AC ada tempat tidurnya juga. Rezeki ngga kemana ya.

Perjalanan Karjaw-Jepara menghabiskan waktu 6 jam, dan kita tiba kembali di pelabuhan Jepara jam 2 siang. Masih dalam keadaan letoy turun dari kapal laut, gw pun harus meneruskan perjuangan naik bis Jepara – Bogor yang menghabiskan belasan jam (lagi). Tetapi paling tidak pantai di Karjaw sudah mengobati semua.

Buat yang suka traveling ke pantai, Karjaw patut dicoba. Selain terumbu karangnya yang masih bagus, airnya juga jernih dan bening banget loh. Wilayah disini belum terlalu terjamah banyak orang, wisatawan mancanegara juga masih sedikit sewaktu gw kesana. Daripada liburan ke luar negeri, yang pengeluarannya sudah pasti merogoh kocek yang mahal, ada baiknya jelajah dulu alamnya Indonesia. Budgetnya murah dibandingkan wisata dalam negeri di tempat lain. Memang sih perjalanannya memakan waktu yang tidak sebentar, tapi percaya deh semua bakal terbayar dengan keindahan alam yang ada disana. Jangan lupa siapkan stamina yang oke dan pilih bulan-bulan di musim kemarau buat berlibur kesana.

Happy traveling!

CP:

Bis bejeu (081390409436)

One thought on “(Travel Diaries – 4) Exploring Karimun Jawa

  1. Today, I went to the beachfront with my children. I found a sea shell and gave it to my 4 year old
    daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed.
    There was a hermit crab inside and it pinched her ear.
    She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic but
    I had to tell someone!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s