Awali Ciptakan Kebersihan Dari Rumah

Memiliki tempat tinggal yang bersih dan sehat tentunya akan nyaman untuk ditinggali pemiliknya. Karena di rumah lah tempat kita beristirahat dan banyak menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga.
Sebagai ibu yang memiliki balita sedang aktif-aktifnya dan seringkali mengotori area rumah, tidak membatasi saya untuk melakukan bersih-bersih. Malah kegiatan tersebut menjadi aktivitas wajib yang saya lakukan setiap hari. Bukan hal yang tidak mungkin debu dan kotoran di sekitar rumah beresiko menyebabkan diare terutama pada anak. Maka dari itu awali lah menjaga kebersihan dari rumah, demi menciptakan kelangsungan hidup keluarga yang sehat.


Berikut ini adalah cara yang biasa saya terapkan di rumah:

1. Mengurangi barang-barang elektronik

Prinsip saya, semakin banyak memiliki barang elektronik, semakin banyak pula usaha yang kita keluarkan untuk membersihkannya. 

2. Memotong rumput dan halaman rumah secara berkala.

Saya selalu memastikan tanaman atau rumput terawat dengan baik. Apalagi anak saya suka sekali bermain di halaman. Rumput yang lebat memungkinkan tempat berkumpulnya nyamuk, tentunya akan menjadi sumber penyakit dan berakibat buruk bagi kesehatan keluarga saya. Pastikan juga tidak ada genangan-genangan air disekitar rumah.


3. Cukup ventilasi udara

Biasakan membuka jendela setiap pagi, agar ada pergantian udara setiap hari. Jendela juga sebagai pintu masuknya cahaya, pencahayaan yang baik akan membuat kondisi rumah tidak pengap dan mengurangi kelembaban.

4. Membersihkan kulkas

Hal yang sering luput dilakukan adalah membersihkan kulkas. Bagian yang paling sering harus dibersihkan adalah pintu pembuka kulkas, terkadang kita tidak menyadari bagian tersebutlah yang paling banyak tersentuh oleh tangan. Untuk meminimalisir kuman berpindah tangan terutama pada anak saya yang sedang doyan pegang ini itu, saya selalu bersihkan dengan kain lap basah sesering mungkin.

5. Membersihkan kamar mandi secara rutin

Kamar mandi adalah salah satu area rumah yang rentan kotor dengan cepat. Sebab daerah tersebut sering terpapar busa sabun dan shampo yang licin. Apalagi kamar mandi identik dengan kondisi yang lembab. Cara yang saya lakukan selain menggunakan sikat pembersih kamar mandi untuk membersihkan permukaan lantai, juga memanfaatkan sikat gigi bekas untuk membersihkan sudut-sudut yang sukar terjamah. Dengan membersihkan kamar mandi secara rutin maka akan mengurangi resiko pertumbuhan jamur.

6. Meluangkan waktu untuk membersihkan kamar dan rumah

Apabila kamar kita bersih, tentunya istirahat menjadi lebih nyaman. Tidak hanya itu, dari kamar yang bersih kita juga bisa terhindar dari masalah kesehatan. Terutama yang memiliki alergi debu seperti saya dan suami saya. Tips yang saya lakukan adalah meminimalisir penggunaan karpet dan jangan menaruh barang terlalu banyak di dalam kamar. Big No No banget buat saya menaruh barang di kolong ranjang. Debu-debu pasti banyak yang nempel. Saya selalu menyapu dan pel lantai setiap hari. Rutin mengganti seprei, dan mencuci sarung bantal, guling, juga gorden minimal dua minggu sekali.

7. Menggunakan vacuum cleaner.

Terakhir, gunakan vacuum cleaner dalam aktivitas bersih-bersih rumah. Karena menyapu saja terkadang tidak cukup untuk menjangkau partikel debu yang tidak kasat mata. Terutama untuk yang rumahnya menggunakan karpet. Apalagi ditambah memiliki binatang peliharaan, seperti kucing misalnya. Biasanya bulu-bulunya akan bertebaran di sofa, karpet ataupun kasur. Tidak mungkin dibersihkan hanya dengan disapu atau pake sapu lidi saja, tentu hasilnya kurang optimal.

Baru-baru ini saya melihat informasi di Instagram #theurbanmama tentang vacuum cleaner Ergorapido, produk dari #ElectroluxIndonesia. Siapa yang tidak kenal dengan produk Electrolux? Electrolux sudah lebih dari 100 tahun berinovasi dalam memenuhi kebutuhan dan memberikan solusi masalah kebersihan untuk para konsumennya (#Over100YearsElectroluxVacuum). Melihat produk penghisap debu keluaran terbarunya, saya langsung jatuh hati dengan Ergorapido seri ZB3114AK. 


Apa sih kelebihan Ergorapido ini sampai saya kok kepengen banget punya? Yang pertama, vacuum ini portable, dirancang tanpa memerlukan colokan listrik seperti vacuum cleaner pada umumnya. Selain bisa mengurangi pengeluaran listrik, juga tidak perlu “diribetkan” dengan narik-narik kabel dan berpindah stop kontak jika area yang dibersihkan cukup luas. Yang kedua, fitur Ergorapido ini bisa berdiri sendiri, jadi memudahkan untuk ditempatkan dimana saja. Ditaruh sembarang pun tidak perlu takut jatuh, saya jadi bisa menyambi pekerjaan rumah tangga lainnya deh atau sambil mengurus anak. Yang ketiga, suara mesinnya bebas bising. Pas sekali dengan anak saya yang mudah ke distract tidurnya, jadi ngga bakal kebrisikan. Yang keempat, yang paling saya suka nih, desainnya ramping. Bagi yang mempunyai rumah mungil seperti saya tidak perlu khawatir karena vacuum cleaner ini tidak memakan tempat dalam penyimpanannya. Ergorapido ini sepertinya akan membuat kegiatan bersih-bersih di rumah saya jadi lebih mudah. Semoga saya berkesempatan bisa memilikinya.

Tulisan ini ikut serta dalam #TUMElectroluxBlogCompetition

Mimpi

Pada akhirnya aku tak lagi mengenal mimpiku apa

Sudah kukubur dalam-dalam saat pertama kau torehkan luka

Hingga dingin merasuki kita berdua begitu lama

Riuh tawa yang dulu takkan pernah lagi ada

Aku terlampau rindu, pada kenangan kita yang lalu

Himpitan kesedihan kini mulai membuncah

Seiring guratan wajah yang semakin lelah

Kau telah membawaku pada batas waktu

Pupuskan mimpi satu demi satu