Kedua Kali

Hariku memulai mengingatmu di Kamis senja.
Kamu mungkin lupa, itu kali pertama kita bertukar nama.
Matamu yang segaris saat tertawa, menjadi alasan pertama yang aku suka.
Andai tak pernah ada aku disana, mungkin tak akan hadir engkau, ruang, dan waktu yang menjembatani semuanya.
Aku baru tahu rasanya, aku sedang dilanda jatuh cinta yang kedua.

Hujan Kali Ini

Sisa hujan sore tadi menyisakan wajahmu dibenakku.
Hari ini aku mengkalkulasi seberapa banyak sedari pagi hingga petang kita tak bersemuka tak bersapa.
Ada rasa yang menyelusup diam-diam.
Sejak dua tangkupan tanganmu tanpa rasa malu kala itu di bawah temaram lampu.
Sore ini aku menyusuri jalan yang biasa kita lalui.
Dengan payung hijau yang kali ini kugenggam sendiri.
Dibalut penat di kepalaku sebanyak rindu yang kusimpan dalam-dalam.
Jikalau boleh, di sela-sela jarimu ingin aku sematkan sebuah harapan: semoga hari esok bersamamu berlalu lebih lama dari sekarang.