Waktu Mengajariku Menunggu

Lamunanku akhir-akhir ini sering tertuju padamu.
Lekat-lekat kuingat senyumanmu yang kerap kali menghiasi sebagian hari kita.
Aku jatuh cinta memandanginya.
Ingin berada disana selama mungkin aku bisa.
Menepi di pundakmu, bercerita sampai kita bertemu senja, dan menunggu malam yang kian merangkak perlahan.
Sungguh setiap pelukmu mampu meluruhkan kepenatan.
Semisal ada pilihan, berpisah dan kembali pulang menjadi sesuatu yang ingin aku urungkan.
Andai saja aku bisa menyederhanakan rindu, semudah angka matematika satu ditambah satu.
Hanya waktu yang bisa mengajariku menunggu.

20140225-225556.jpg