Karaka, Si Kepiting Khas Papua

Belum lengkap rasanya kalau ke Papua tanpa mencicipi kepiting karaka. Kepiting khas Papua ini konon hidupnya di pesisir pantai hutan bakau. Ini kali pertama gw mencicipi kepiting karaka. Walaupun belum pernah menginjakkan kaki di Papua, beruntung sekali gw bisa mencoba rasanya yang lezat bukan main karena dibawain sama kakak ipar langsung dari sana. Kalau beli disini harganya bisa berkali lipat tentunya. Karena berat tubuhnya bisa mencapai 1kg per ekornya. Harganya bervariasi, kalau di Timika 5-6 ekor bisa mencapai 300ribu.

Kepiting ini mempunyai tekstur yg lembut, dengan daging yang sangat tebal. Rasanya juga lebih manis ketimbang kepiting yang pernah gw coba selama ini. Keunikan karaka ini ada pada cangkangnya yang besar dan super keras, gw pun kepayahan membukanya dengan tangan. Alhasil harus digetok 3-4 kali pakai ulekan agar pecah dan si kepiting bisa disantap.

20140322-065532.jpg

Karaka bisa dimasak dengan berbagai cara, kali ini yang gw coba adalah kepiting karaka bumbu gulai. Rasanya sedikit manis dan pedas. Ada pengalaman tersendiri dalam makan kepiting papua ini, bagian capitnya adalah yang paling sulit dipecahkan. Lebih baik pilih bagian dadanya yang masih bisa dibelah dengan tangan. Tapi usaha keras pun terbayar saat capit cangkangnya pecah. Ah, dagingnya lumer di mulut. Enaaaak!

Karaka bisa dibawa sebagai oleh-oleh. Tetapi jika ingin membawanya hidup-hidup agak beresiko, karena biasanya terganjal ketika di bandara. Sayang kan kalau makanan seenak ini tidak lolos sensor. Disarankan lebih baik memilih yang sudah dimasak.

Nah, kalau berkunjung ke Papua jangan sampai seafood yang satu ini terlewatkan ya!

Advertisements