(Travel Diaries – 15) This Is Our Honeymoon

Mengikuti kebanyakan pasangan pengantin baru pada umumnya, gw memilih Bali sebagai destinasi honeymoon.
Ada aja yang membuat gw kembali ke tempat ini. Ngga pernah bosen dengan keindahan pantainya. Bisa dikatakan ini honeymoon yang tertunda, karena baru ada kesempatan untuk liburan bareng suami.

1st destination – Tulamben
Ingin berbeda dari kunjungan sebelumnya, gw memilih Tulamben untuk destinasi honeymoon. Alasannya? Karena daerah timur Bali belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan, mungkin karena letaknya yang jauh. Jadi kebanyakan orang lebih suka ke daerah Kuta yang dekat dengan pusat kota. Mayoritas di Tulamben adalah 90% wisatawan mancanegara. Sedikit sekali wisatawan lokal, bahkan hampir tidak ada. Alasan lain, Tulamben terkenal sebagai salah satu tempat diving terbaik di Bali, yang tentunya akan menjadi tempat favorit buat suami gw yang hobi menyelam. Dive site yang sangat terkenal disini adalah Shipwreck USS Liberty.
Pantai yang terletak di Kabupaten Karangasem ini bisa ditempuh sekitar 4 jam dari Bandara Ngurah Rai. Sewa mobil untuk kesana cukup mahal, sekitar 400-600rb, karena perjalanan yang harus ditempuh memang sangat jauh. Bahkan taksi aja ada yang menawarkan tarif 700rb.
Karena sampai di Bali sudah agak malam, gw memilih untuk bermalam di daerah Candidasa. Kurang lebih 1,5jam lagi untuk sampai Tulamben. Gw menginap di Hotel Candidasa Geringsing, dengan harga sewa kamar 350rb/malam. Lumayan, viewnya langsung menghadap ke laut.

20140226-002120.jpg

20140225-234845.jpg

Tidak seperti pantai pada umumnya, di Tulamben kita tidak bisa berjemur karena pantainya tidak berpasir tapi berbatu. Keistimewaan Tulamben bukanlah pada pantainya tapi alam bawah lautnya yang cantik. Sekali kesini dijamin pasti para diver langsung jatuh cinta. Tidak hanya pantai, disini pula kita bisa menikmati pemandangan Gunung Agung yang menjulang tinggi.

Ombak disini relatif kecil, sehingga memungkinkan untuk menyelam dengan aman. Untuk menyelam kita tidak harus membawa peralatan sendiri, disini tersedia penyewaan peralatan selam yang lengkap. Harga untuk diving di Tulamben sebesar 300rb, cukup murah dibanding tempat lain (menurut suami gw sih gitu).

Pantai di Tulamben banyak menyediakan penginapan mulai yang harganya 200rb sampai jutaan rupiah. Semakin bagus viewnya tentunya semakin mahal harganya. Gw menginap di Liberty Dive Resort, dengan harga sewa kamar $45 dengan fasilitas ada kolam renangnya. Akses menuju Tulamben sudah cukup bagus dan mulus, tapi angkutan umum di Bali sangat jarang, karena penumpangnya sedikit. Rata-rata masyarakat Bali sudah memiliki sepeda motor. Jangan heran jika menjelang malam suasananya jauh dari keramaian seperti di Kuta atau Legian. Disini sepi dan gelap. Bahkan menyusuri jalanan aja gw harus mengandalkan cahaya lampu HP. Untuk yang ingin mencari hiburan, datang saja ke Warung Komang jam 8 malam. Selain menjual makanan dan minuman, warung ini menyuguhkan acoustic music raggae yang sayang untuk dilewatkan.

20140225-234628.jpg

20140226-002248.jpg

2nd destination – White Sand Beach/Virgin Beach
Setelah seharian puas menyelam (suami gw doang tentunya) gw memilih untuk mengunjungi pantai lain. Namanya White Sand Beach. Hasil rekomendasi abang supir rental yang ternyata memang pantainya keren banget. Kenapa pantainya dinamakan demikian? Karena pasir di pantai ini berwarna putih, teksturnya sangat halus. Menurut si abang supir, ini pantai terbagus di daerah Candidasa. Karena di daerah ini tidak terdapat penginapan dan tidak ada listrik, jadilah banyak juga orang yang menamakannya Virgin Beach. Pantai ini masih berada di Kabupaten Karangasem, Desa Perasi.
Untuk menuju pantai ini jalanannya sedikit rusak, banyak jalan berbatu. Tapi cukup untuk disusuri oleh 1-2 mobil. Selain jalan berbatu kita juga harus melintasi jalan bertanah. Cukup jauh untuk masuk ke tempat ini. Biasanya semakin jauh rute yang dilalui pantainya akan semakin indah. Dan benar saja, kesan pertama yang muncul mata kita akan dimanjakan oleh hamparan pasir putih yang bersih. Cukup dengan membayar Rp. 3000 per orang dan parkir kendaraan sebesar Rp 5.000 kita sudah bisa mengunjungi tempat ini.

Tidak perlu takut kelaparan, disini banyak tersedia warung makan, yang menunya hasil tangkapan laut sendiri, dan semuanya masih fresh. Mampirlah ke Warung Sunrise, warung ini paling banyak pengunjungnya. Sambelnya juaraaaa. Ikan bakar snapper yang dihargai 60rb/ekor rasanya juga enak. Mata senang perut pun kenyang.

20140225-235038.jpg

20140225-235201.jpg

20140225-235324.jpg

3rd destination – Kuta
Tidak berlama-lama di daerah Candidasa, tujuan selanjutnya tentu saja Kuta. Penginapan yang murah meriah menjadi alasan gw untuk kembali ke tempat ini. Lagipula Kuta berada di tengah kota, memudahkan untuk kemana-mana. Ini kali kedua gw menginap di Sukabeach inn hotel, karena malas mencari-cari penginapan yang cocok. Lagipula kamar disana luas, bersih dan tidak pengap. Harga kali ini lebih murah dari sebelumnya, 270rb/malam.
Bosan dengan makanan yang ada di Bali, tidak ada salahnya untuk mencicipi sarapan pagi nasi kuning/nasi campur warung pinggir jalan Mba Mar di Jalan Raya Kuta No. 85 (depan bombay gordyn). Murah meriah dan enak rasanya.

4th destination – Jimbaran Beach
Tujuan selanjutnya adalah ke Jimbaran. Apalagi yang dicari disana selain seafoodnya. 3x menginjakkan kaki di Bali baru bisa kali ini ke Jimbaran. Karena sebelumnya selalu datang tepat di hari raya Nyepi. Rekomendasi tempat makan di Jimbaran menurut gw adalah Menega Cafe, tempat yang paling ramai pengunjungnya. Kenikmatan seafoodnya patut diacungi jempol. Menu disini keseluruhannya dibakar, jadi ngga ada tuh bumbu asam manis, saus tiram dsb. Soal rasa?ngga perlu diragukan lagi. Apalagi udang bakarnya, patut dicoba. Oh ya disini kalau memesan, otomatis kita sudah dapat nasi, cah kangkung, irisan buah segar dan kacang goreng. Kacangnya enak bangeeeet, renyah. Ngga ada alasan untuk ngga balik lagi ke tempat ini deh.

20140225-235514.jpg

20140225-235641.jpg

5th destination – Pantai Batu Bolong & Pantai Bingin
Jalan-jalan selanjutnya adalah menggunakan sisa waktu di Bali dengan beach hopping. Suka dengan surfing? Datanglah ke Pantai Batu Bolong atau bisa juga disebut Pantai Canggu. Pantai yang terletak di Desa Canggu ini ombaknya sangat bagus untuk surfing. Sehingga banyak sekali wisatawan mancanegara yang ingin menjajal berselancar.
Puas menikmati Pantai Batu Bolong, gw pun lanjut ke Pantai Bingin. Pantai yang terletak di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, ini berada satu garis dengan Pantai Balangan, Pantai Dreamland dan Pantai Padang-padang. Untuk ke pantai ini kita harus melewati rumah penduduk dan anak tangga yang banyak. Agak melelahkan memang buat gw yang sudah semakin berumur harus meniti anak tangga satu per satu, hehe.. Tetapi terbayar sudah setelah melihat pemandangan di pantai ini. Cantik! Sumpah!
Buat kamu yang hanya ingin bersantai dan menikmati keindahan Pantai Bingin juga bisa, disini disediakan tempat untuk menikmati matahari tenggelam.

20140225-235804.jpg

20140225-235945.jpg

Tertarik dengan pantai lain yang ada di Bali? Mungkin salah satu pantai di atas cocok untuk liburan kalian.

Happy Traveling!