Oh, Baby Blues!

Pasca gw melahirkan emosi sangat naik turun layaknya ketika kita sedang PMS, lebih parah malah. Apalagi di 2 minggu pertama menjadi seorang ibu adalah hari-hari terberat gw. Dan baru tersadar ternyata gw terserang yang namanya baby blues. Bagi gw, awal-awal menjadi ibu bukanlah hal yang mudah. Yang paling gw rasakan adalah kondisi gw yang cepat lelah karena kurang tidur harus bangun 2 jam sekali untuk menyusui, mengganti popok, atau si bayi yang menangis minta digendong. Tentunya kondisi nyaman gw pun jadi terganggu. Apalagi semua hal gw lakukan sendiri, suami kadang membantu kadang juga kurang tanggap dengan kondisi yang terjadi. Maklum orangtua baru pasti masih bingung harus menyingkapinya seperti apa. Belum lagi gw mengalami yang namanya payudara bengkak dan puting lecet sampai berdarah. Nipple cream ataupun minyak-minyakan tidak ampuh mengatasi sakitnya. Rasanya saat itu gw malas untuk menyusui. Kondisi ini membuat gw berurai air mata hampir setiap hari.

Jauh dari orangtua membuat asupan makanan gw jadi kurang baik, seringkali tengah malam gw merasakan menggigil kejang. Yang seharusnya ibu menyusui mendapatkan asupan yang bergizi, ini malah sebaliknya. Alhasil berat badan pun langsung merosot. Gw pun terpaksa harus makan sayur-sayuran, makanan yang gw kurang sukai demi menambah ASI. Perjuangan banget!

Minggu-minggu pertama gw belum menikmati bangun tengah malam. Karena merasa lelah yang berlebihan, terkadang gw membiarkan terlalu lama mengganti popok si bayi tanpa menyadari akibatnya, yang akhirnya membuat kulitnya jadi iritasi. Gw belum bisa menemukan ritme hidup yang baru saat itu. Apalagi gw kurang mendapatkan support dari orang-orang di sekeliling. Mereka terkesan menyalahkan tentang kondisi gw saat itu dan seakan melupakan bahwa ibu menyusui perasaannya lebih sensitif dalam menghadapi apapun. Jadi jalan satu-satunya saat itu adalah menumpahkannya dengan cara menangis supaya merasa lebih lega. Ah, ternyata gw tidak setangguh apa yang gw bayangkan. Ketegangan dan kekhawatiran membuat gw jadi cepat panik.

Syukurlah sekarang semuanya sudah terlewati, mungkin gw hanya terlambat menyadari kalau aktivitas mengurus bayi adalah hal yang menyenangkan. Mungkin butuh waktu saja untuk mengenal, segala sesuatu kan memang diawali dengan belajar. Sekarang gw mulai menikmati tiap detik mengasuh bayi, menikmati setiap kemajuan perkembangannya, menikmati semakin hari ada saja kelucuannya yang ditampilkannya.

Oh ternyata begini ya rasanya baby blues?penuh drama!haha..

Advertisements