(Akhirnya) Trimester 3

Senang rasanya menikmati bulan demi bulan kedatangan akang. Di trimester 3 ini gw menuntaskan belanja-belanja baby stuff, biar pas mendekati hari H semua keperluan udah beres dan tinggal menikmati hari tenang *macem mau ujian aja*

Untuk keadaan fisik, gw semakin hari semakin kaya lontong (ya, begitulah kata seorang teman). Syukur udah mulai dibilang hamil sama banyak orang karena perut yang terlihat semakin membesar. Menginjak di minggu ke 36 berat badan akang udah 2,6 kg. Dan mamanya udah naik 11 kg dari berat badan normal. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik, dari awal USG kepalanya selalu berada di bawah, semoga seterusnya begitu sampai proses kelahiran. Gerakannya juga semakin lincah kesana kemari. Sampe harus bolak balik kamar mandi setengah jam sekali karena kepengen pipis terus. Gw pun merasa lebih sering mengalami kontraksi dibanding trimester sebelumnya. Ngga seperti kebanyakan orang pada umumnya, selama trimester 3 ini gw jarang sekali ada keluhan. Paling sakit ulu hati langganan karena bandel suka makan telat. Sampai kalau lagi jadwal check up ke dokter gw bingung mau mengeluh apa. Buang air besar lancar, posisi tidur juga cukup nyaman, kaki ngga bengkak, tensi darah selalu dalam keadaan normal (110/70), nyeri di panggul pun semakin berkurang. Dan yang paling menyenangkan adalah jerawat mulai hilang, komedo ngga nongol, kulit terasa lebih halus dan lembut (horeee!). Gw selalu mensugesti diri untuk bahagia dan ngga terlalu cemas menghadapi kelahiran yang semakin dekat.

Yang menyedihkan cuma satu, menjelang kehamilan 7bulan stretchmark mulai bermunculan :(walaupun cuma di sekitar bokong tetap aja menjadi sebuah bencana buat perempuan. Padahal gw cukup sering membalur bagian perut dan bokong dengan minyak zaitun. Apa mau dikata, namanya juga proses kehamilan. Ngga apa-apalah rela demi akang, yang paling penting akang sehat.

Menginjak di minggu ke 37, dokter meminta untuk cek panggul. Hal ini bertujuan mengetahui seberapa luas rongga panggul untuk memperkirakan gw bisa lahir secara normal apa ngga. Caranya dengan memasukan 2 jari (telunjuk dan jari tengah) ke lubang vagina. Sebelumnya dikasih pelumas dulu seperti gel, Allahu Akbar bukan main sakitnya, mungkin karena gw pada saat itu lagi ngga rileks. Untungnya cuma beberapa detik aja. Gimana kalau melahirkan ya, ngebayanginnya jadi takut :(. Alhamdulillah kata dokter panggul gw luas, dan kemungkinan untuk melahirkan normal cukup besar.

Oh iya, gw juga mulai mengikuti senam hamil. Lucu rasanya melihat sesama perempuan yang berperut buncit. Ada yang perutnya mulus-mulus aja, ada juga yang penuh guratan-guratan selulit dan stretchmark. Gw ikut senam hamil di RS Hermina, diadakan setiap hari Rabu dan Sabtu. Setiap Rabu jam 4 sore, sedangkan Sabtu ada 3 sesi, jam 10,11 dan 12. Bayarannya 15.000/kedatangan. Senam hamil cukup bermanfaat, terbukti gw jadi jarang pegal-pegal.

Sampai hamil saat ini gw masih aja wara wiri naek angkutan umum dan ojek, hehe..ya maklum jauh dari suami (dan ga bisa nyetir) mengharuskan segala sesuatunya harus dikerjakan sendiri. Alhamdulillah masih kuat kemana-mana, yang penting kalau cape ya istirahat. Pokoknya selama hamil harus bahagia terus, tentunya selalu berpikiran positif juga, insya allah dikasih kondisi sehat terus buat mama dan bayinya.

Advertisements