(Travel Diaries – 16) Pulau Weh: Surganya Ujung Barat Indonesia

Ingin melihat salah satu surganya Indonesia? Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk ke pantai di Indonesia Timur. Seperti yang banyak dikeluhkan mayoritas orang, tiket pesawat menuju kesana sangatlah mahal. Belum lagi transportasi yang sulit untuk dijangkau.
Nah, di bagian barat Indonesia ada juga kok yang tidak kalah dengan yang ada di timur. Budgetnya tentu saja lebih rendah, baik untuk akomodasi maupun transportasinya. Letaknya di Sabang – Pulau Weh, Aceh.
Untuk menuju kesana dari Bandara Sultan Iskandar Muda kita harus ke Pelabuhan Ulee Lheue (baca: Ulele) terlebih dahulu. Gw carter mobil dan dikenakan biaya 100.000/2org, harga tergantung keahlian kita nego. Dari bandara menuju pelabuhan ditempuh kurang lebih 45 menit. Ada kapal fery ataupun speedboat yang bisa mengangkut kita ke Sabang. Untuk menghemat waktu tentunya gw memilih speedboat, waktu tempuhnya sekitar 45 menit sedangkan kapal fery 4 jam.
Jadwal speedboat Express Bahari:
* Dari Banda Aceh pukul 10.00 dan 16.00
* Dari Sabang pukul 08.00 dan 14.00
Untuk harganya sebagai berikut:
* Ekonomi (non AC): 65.000
* Executive (AC) : 75.000
* Vip (AC+Snack): 95.000

Sesampainya di Pelabuhan Balohan (Pulau Weh) ada banyak pilihan transportasi menuju tempat tujuan. Taksi, becak motor ataupun ojek. Jangan heran, taksi disana bukan seperti taksi di Jakarta. Disana taksinya seperti rental mobil saja, ada mobil Jazz, Avanza ataupun Kijang. Gw memilih tujuan yang jaraknya terdekat dari pelabuhan. Tujuan gw adalah ke Pantai Kasih. Tarif untuk carter taksi sekitar 25.000/orang, becak motor 20.000/orang.
Tempat gw menginap adalah Guest House Pantai Kasih, kamar deluxe dengan harga 400.000/malam (harga high season), harga tersebut sudah termasuk sarapan pagi.

20131230-104246.jpg

20131230-104429.jpg

Untuk yang ingin mencari makanan khas kota Sabang, datang saja ke pusat kota. Bisa dengan naik becak motor 5.000/orang. Sempatkan untuk singgah di Kedai Pulau baru, Jl. Perdagangan No. 29b untuk mencicipi mie jalak, harganya 15.000/porsi. Atau tempat lain yang tidak jauh dari situ namanya Kedai Sedap. Baru pertama kali menginjak Pulau Sabang udah disambut mati lampu pas makan mie jalak 😐

20131230-104558.jpg

Setelah menginap 1 malam di Pantai Kasih, gw menuju Sumur Tiga dengan carter mobil, biayanya 25.000/orang.
Di Sumur Tiga gw menginap di Freedies Santai Sumur Tiga dan hanya dapat 1 hari saja, karena seluruh kamar sudah full booked oleh yang akan merayakan Tahun Baru. Harga per malam penginapan disini cukup murah, 296.000 sudah termasuk sarapan pagi tetapi kamarnya Non AC dan TV. Udara disana sudah cukup dingin dan anginnya juga kencang karena sangat dekat sekali dengan pantai. Semua kamar disini letaknya persis di depan pantai, dengan teras yang ada hammocknya, ditambah lagi suara debur ombak yang pasti suasananya bikin betah. Akomodasi lain di Sumur Tiga: Casa Nemo, Mon Le Cottage, The Point Sabang dan Perdana Beach. Gw rekomendasikan Freedies dan Casanemo, karena kedua penginapan ini yang memiliki view bagus. Tidak terlalu banyak penginapan di Sumur Tiga, jadi bookinglah jauh-jauh hari jika datang kesini saat high/peak season.

Sayangnya gw kesini pas lagi musim hujan, jadi pantainya kurang cakep.

20140226-000934.jpg

20140226-001306.jpg

20131230-105127.jpg

20131230-105315.jpg

20131230-110408.jpg

20131230-131335.jpg

20131230-131801.jpg

20131230-131937.jpg

Untuk makan bisa di cafe penginapan, karena di Sumur Tiga jarang sekali ada kedai yang menjual makanan. Di Freedies yang juara adalah pizzanya. Patut dicoba! Juicenya pun budget friendly, 10.000/gelas.

20131230-132127.jpg

1 malam di Sumur Tiga, tujuan gw selanjutnya adalah Iboih (baca: Iboh) dan Gapang. Di Gapang penginapannya lebih sedikit, dan tidak terlalu ramai. Tapi suasananya sangat pas buat bersantai. Menurut informasi yang gw dapat, diving disini tidak sebagus di Iboih. Jadi tidak berlama-lama disini, gw pun langsung menuju Iboih. Dari Sumur Tiga untuk ke Iboih jaraknya sangat jauh, sekitar 20KM lebih. Gw carter mobil kesana dan dikenakan biaya 130.000/2org. Namun belum sah rasanya jika ke Sabang tapi tidak menjejakkan kaki di Tugu Nol Kilometer. Sebuah penanda geografis titik nol NKRI bahwa paling ujung barat Indonesia ada di wilayah ini. Jadilah gw harus menambah biaya transportasi sebesar 50.000 karena letaknya yang sangat jauh. Letak tugu ini ada di daerah areal hutan Sabang, sekitar 8KM dari Iboih. Jalanannya mulus sudah diaspal, namun tidak ada penerangan. Ada baiknya kesini pagi ataupun siang hari. Karena sedikit agak menyeramkan suasananya. Menurut pak supir di hutan ini adalah tempat tinggal Gerakan Aceh Merdeka.

20131230-132534.jpg

20131230-132622.jpg

Setelah mengunjungi Tugu Nol Kilometer, gw pun menginap di daerah Iboih. Ramai bukan main disini. Bisa dikatakan pusatnya orang diving dan snorkeling. Karena bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru mencari penginapan disini agak sulit. Siapa cepat dia dapat intinya. Yang bikin shock penginapan disini ternyata banyak yang kamar mandinya di luar, dan berjauhan dari penginapan. Beruntungnya gw dapat 1 penginapan dengan kamar mandi di dalam. Namanya Yulia Bungalows, harganya 300.000/malam, tanpa sarapan pagi. Agak jauh ke atas memang tempatnya, sekitar 300m harus berjalan kaki. Viewnya langsung menghadap laut. Kamarnya kurang bersih tapi jauh lebih manusiawi lah ketimbang penginapan lain yang seadanya dan kotor. Untuk makan tidak perlu khawatir, selain di penginapan bisa juga berjalan kaki sekitar 10-15menit ke area tempat makan. Di Iboih banyak sekali kedai makanan yang beragam dengan harga yang tidak terlalu mahal. Misalnya mie aceh dihargai 10.000/porsi.

20131230-133324.jpg

20131230-133420.jpg

Perlu diketahui, penginapan di sekitar Iboih tidak senyaman di daerah Sumur Tiga. Rata-rata penginapannya ala backpacker, sesuai dengan harganya yang cukup murah meriah. Air di Iboih sangat keruh dan kotor, closetnya kadang tidak bisa di flush, juga banyak sekali nyamuk. Namun view pantainya sangat mengobati kekurangan yang ada disini. Rekomendasi akomodasi lain: Iboih inn. Suasananya kurang lebih sama dengan di Yulia Bungalows.
Yang menyenangkan di Iboih adalah air lautnya yang jernih, terjaga sekali kebersihannya. Untuk yang suka diving ada banyak spot-spot menarik disini. Harganya sekitar 300.000/dive. Untuk yang tidak suka diving bisa mencoba snorkeling, bisa langsung nyemplung ke dermaga depan penginapan. Atau lebih bagus bisa nyebrang ke pulau seberang, namanya Pulau Rubiah.

Berminat kesini?

Happy traveling!

Advertisements