Makanan untuk Anak yang Susah Makan/Picky Eater

Ibu-ibu siapa disini yang anaknya susah makan? Iya, saya termasuk orangtua yang memiliki anak supeeeerrr susah makan, mulai usia 13 bulan sampai sekarang memasuki usia 4 tahun 3 bulan. Walau usia 3,5 tahun mulai membaik tapi tetap saja picky eater. Pusing ya buibu? Saya hampir patah semangat mencoba resep ini itu dan memilih beli jadi. Paling ngga kalau beli jadi, meminimalisir sakit hati saya yang sudah mengeluarkan effort memasak dan ternyata si anak cuma makan 1-2 suap aja.

Sebagai ibu pasti mencari banyak cara ya supaya anak mau lahap makan, saya pun demikian. Setiap hari cek resep makanan di internet. Bertahun-tahun melihat pola makan anak saya, ternyata dia kurang tertarik dengan makanan berkuah, dia lebih memilih makanan yang kering. Apalagi yang krispi. Sepertinya memang kesukaan anak-anak pada umumnya ya makanan yang kriuk-kriuk. Lalu mikirlah saya makanan kriuk-kriuk apa ya yang cukup bergizi dan bakal dia suka. Akhirnya saya menemukan 2 menu andalan. Apa itu? Pisang Goreng Keju dan Telur Krispi. Ini saya share ya resepnya, supaya ibu-ibu juga bisa buat untuk anaknya.

1. PISANG GORENG KEJU

Bahan:

– Pisang uli/kepok yang sudah matang

– Tepung pisang goreng (saya pakai merk sasa)

– Susu UHT full cream (saya pake merk ultra)

– Mentega (dicairkan)

– SKM

– Keju parut

Cara Membuat:

Campurkan tepung pisang goreng, susu dan mentega cair. Masukan pisang ke dalam adonan tepung. Goreng sampai kecoklatan. Setelah matang, tambahkan SKM dan parutan keju sesuai selera.

2. Telur Krispi

Bahan:

– Telur ayam kampung (kocok)

– Tepung bumbu krispi (merk apa saja)

– Tepung beras

– Lada putih

– Wortel (diparut)

– Air dingin

Cara Membuat:

– Orak arik telur dan wortel yang sudah diparut. Sisihkan.

– Campur tepung dan lada putih. Bagi tepung ke dalam 2 wadah terpisah. 1 untuk tepung kering 1 untuk tepung basah yang sudah diberi air dingin.

– Masukan 1 SDM orak arik telur ke adonan tepung kering, lalu ke tepung basah, lakukan sampai habis. Goreng sampai kecoklatan.

Simpel banget kan resepnya? Pasti semua ibu-ibu bisa banget bikinnya. Saya biasanya ngasih menu pisgor keju kalau sarapan, atau bisa juga pas snack time. Alhamdulillah hampir selalu ludes.

Semoga kedua menu di atas bisa jadi alternatif ibu-ibu yang anaknya susah makan ya. Selamat mencoba, semoga bermanfaat 😉

Advertisements

Wisata Edukasi Anak di Bogor: R Hotel dan Bogor Green Forest Hotel

Hotel yang mengusung lingkungan ramah anak sepertinya sudah semakin banyak. Tidak hanya di Kota Bandung, ternyata ada juga beberapa di daerah Bogor. Tepatnya ada di kawasan R Hotel Ciawi dan Bogor Green Forest Hotel daerah Pamoyanan. Kedua tempat ini cocok sekali untuk mereka yang ingin memperkenalkan anaknya dengan nuansa alam. Karena sasaran kedua tempat ini memang dikhususkan untuk anak-anak.

Kita bahas yang di R hotel dulu ya. R hotel memberikan fasilitas wahana bermain sekaligus mini zoo kepada pengunjungnya serta spot menarik yang instagramable tanpa dipungut biaya. Letaknya berada di area komplek, sekitar 3 Km dari pintu gerbang masuk Rancamaya, Ciawi. Tidak terlalu luas areanya, namun cukup beragam isinya. Tersedia permainan gokart, flying fox, panahan, ayunan, perosotan dan panjat tebing versi anak. Sedangkan kebun binatang mininya ada kelinci, rusa, angsa, burung merpati, ikan, dan kuda poni. Biaya masuk ke area ini gratis, hanya saja untuk memberi makan hewan tidak boleh membawa dari luar. Kangkung, wortel dan makanan ikan bisa dibeli dengan harga 5.000. Sedangkan naik kuda poni untuk 1 putaran dan permainan lainnya dikenakan biaya 50.000. Seru sekali menghabiskan weekend disini bersama keluarga, tempatnya teduh, sejuk dan nyaman.

Tempat yang kedua adalah Bogor Green Forest Hotel, lokasinya berada di Jl. RE. Soemarta Diredja No.99, Pamoyanan, Bogor Selatan. Mini zoo nya berada di area hotel. Untuk tamu hotel biaya masuknya gratis, sedangkan dari luar dikenakan biaya:

Weekdays 35.000/pax

Weekend: 40.000/pax

Luas area disini sekitar 15 hektar mencakup hotel dan mini zoo. Hewan-hewannya beragam mulai dari kambing, sapi, kerbau, kuda, ayam, angsa, aneka burung, kelinci, marmut, hamster, landak, dll. Hanya saja buat saya tempatnya kurang bersih dan terawat, rumputnya panjang-panjang, mungkin karena areanya yang sangat luas. Ketika saya berkunjung kesana kebetulan cuaca sedang panas terik dan saung-saung tempat berteduhnya sedikit, walau pepohonannya cukup rindang tetap saja terasa panas. Sejauh ini pengalaman berkunjung kesini sih cukup menyenangkan, karena tempatnya yang luas jadi seperti mengajak anak semi hiking, dapat bonus bisa berinteraksi langsung pula dengan hewan-hewan. Anak-anak hepi sekali pastiny

Mollers Tran, Si Penyelamat Berat Badan

Back to Mollers!

Setelah beberapa bulan stop konsumsi Mollers Tran, ternyata anak gw kembali menyusut. Makan pun kembali jadi penuh perjuangan. Yaudahlah akhirnya gw beli lagi, sekarang nyobain yg rasa lemon. Rasanya ngga terlalu ketara amisnya ketimbang yang Tutti Fruiti (kata gw sih). Mollers ini Cod Liver Oil ya buibu, bukan Cod oil doangan. Dari ikan fresh tanpa diawetkan.

Terus ada yang suka nanya ini HALAL ngga sih? Ini ngga ada label halalnya ya, karena produk import dari Norwegia. Sepertinya disana ngga ada badan macam MUI gitu (ngga tau juga sih kan gw belum pernah kesana). Tapi sepengetahuan gw produk2 yang asalnya dari tumbuhan, ikan ataupun seafood ngga perlu ada label halalnya. Kecuali minyak ikan dalam bentuk softgel, misal Nordic. Walaupun judulnya berasal dari ikan, tapi softgelnya itu dikhawatirkan terbuat dari gelatin hewani yang belum tentu halal. Jadi kalo Mollers udah dipastikan aman ya buibu.

Setelah dibuka konsumsi maksimal 3 bulan ya, soalnya kan murni dari ikan fresh dan tanpa bahan pengawet. Jadi kalo kelamaan bisa bau tengik. Jangan lupa kalo udah dibuka langsung masukin kulkas ya. Harganya emang ngga murah, gw beli 425.000 di @chubbybabyshop tapi percayalah it’s worth!

Oh iya penting nih, jangan sampe tumpah kena baju. Karena dicuci berkali2 pun bau amisnya tetep ketara 😫 ngga tau harus make apa bersihinnya biar total ilang.

Buat gw Mollers investasi yang baik untuk Nabil, karena setelah konsumsi 2 botol ternyata ngaruh banget ke bb nya. Dia udah mengalami kenaikan 1 kg. Dimana itu adalah prestasi yang luar biasa buat gw di usianya Nabil yang udah 3,5th. Gw udah ngga peduli dia bakal napsu makan apa ngga, yang penting tujuan gw ngasih minyak ikan untuk kesehatan dan perkembangan otaknya. Kalopun bisa nambahin bb nya ya alhamdulillah banget. Mollers itu pokoknya penyelamat Nabil banget deh.

Review Sekolah: Labschool Pendidikan Karakter IPB ISFA

Mendekati tahun ajaran baru, para mama mungkin masih ada yang bingung mau menempatkan anaknya di sekolah seperti apa. Saya sharing ya gambaran tentang sekolah Nabil di Labschool IPB ISFA Bogor sebagai referensi buat para mama yang berminat anaknya bersekolah disini. Letaknya di Jalan Cikabuyutan No.10, samping Botani Square.

Kurikulum Labschool IPB ISFA menerapkan pendidikan karakter yang berlandaskan 9 pilar karakter, diantaranya:

  • Cinta tuhan
  • Kemandirian, disiplin dan tanggung jawab
  • Kejujuran, amanah dan berkata bijak
  • Hormat dan santun
  • Dermawan, suka menolong, dan kerjasama
  • Percaya diri, kreatif dan pantang menyerah
  • Kepemimpinan
  • Baik dan rendah hati
  • Toleransi
  • Kebersihan, kerapihan dan kesehatan

Ada juga kegiatan sentranya (learning centre activities), seperti:

  • Art and craft
  • Eksplorasi
  • Design and construction
  • Imagination
  • Sport
  • Religion
  • Cooking
  • Life skill
  • Gardening

Program yang ditawarkan ada 4: Daycare, Toddler, Pre-Kindergarten, Kindergarten. Selain itu Labschool juga memiliki kegiatan program After School Activities, diantaranya seni tari, islamic fun learning, little chef dll.

Karena Nabil masih usia 3 tahun jadi yang dijelasin disini pre-kinder ya mama. Pembelajaran disini lebih menekankan perkembangan di fisik, motorik, intelektual, sosial-emosi, dan kemandirian. Anak diajarkan untuk membawa tas sekolah dan memakai alas kakinya sendiri. Sebelum belajar mengajar ada aktivitas morning circle untuk pemanasan agar anak lebih fokus dan semangat saat menerima pelajaran di kelas. Lalu dilanjutkan dengan berdoa.

Biaya sekolahnya ada 3 macam: uang program, iuran tahunan dan iuran bulanan. Jadi ngga ada biaya ini itu lagi sampai akhir semester. Untuk kategori playgroup seragamnya cuma dapet 1, hanya pakaian olahraga. Berikut daftar biaya terbarunya (bayaran SPP yang lewat dari tanggal 10 akan dikenakan biaya 10%):

Pasti kartu ATM para mama menjerit-jerit ya liat biaya sekolah anak playgroup aja udah segini, macem biaya kuliah mamanya dulu.

Oh ya, sebagai bentuk komunikasi dengan para orangtua sekolah memberikan buku penghubung sebagai informasi perkembangan anak agar orangtua mengetahui apa saja kegiatan yang ada di sekolah setiap harinya.

  1. Daily Activities Book. Di buku ini memuat informasi mengenai kegiatan si anak per harinya ngapain aja, perasaannya saat itu, snack time-nya dll.
  2. Monthly book. Isinya berupa gambaran rencana pelajaran per minggunya apa aja. Temanya, konsepnya, lagu dan tepuk yang dipelajari anak di sekolah, kegiatan field trip, dan kegiatan lainnya.

Ada beberapa kegiatan khusus yang diadakan di luar sekolah:

  1. Field Trip, seperti berenang (2x per tahun), ke supermarket, peternakan, kantor pos, pemadam kebakaran dll sesuai dengan topik tiap bulannya. Seru ya?
  2. Guest teacher, orangtua murid jadi guru tamu dengan mengajar si anak dan teman-teman sekelasnya sesuai dengan materi.
  3. Home visit, mengajak murid mengunjungi rumah salah seorang teman sekelasnya.

Secara berkala sekolah mengadakan cek kesehatan umum dan gigi, seperti pengukuran berat dan tinggi badan, pemantauan kebersihan mata, telinga, rambut dan kuku tiap 6 bulan sekali.

Buat saya kenapa menjatuhkan pilihan di sekolah ini, karena mutu pendidikannya bagus. Selain hasil kerja sama antara IPB dan ISFA (Indonesian Singapore Friendship Association), ditunjang pula dengan tenaga pengajarnya yang rata-rata adalah lulusan IPB bidang tumbuh kembang anak dan keluarga. Jadi saya percayakan Nabil untuk belajar serta berkembang disini, dan memang ternyata banyak sekali peningkatannya.

Bangunan sekolahnya pun saya suka, memang cukup tinggi harus menaiki tangga terlebih dahulu, tapi aman kok. Tempat parkir cukup luas sekitar 12 mobil (cukuplah empet2an). Ada satpamnya 2 orang. Lingkungannya bersih dan asri. Ada kolam ikan kecil di depan (tempat Nabil mejeng). Pencahayaan dan sirkulasi udaranya cukup. Kelasnya besar dan ber-ac, ada 4 ruangan terdiri dari kelas toddler, pre-kindergarten dan kindergarten saling berhadapan. Di tengahnya koridor. Mainan indoor dan outdoornya beragam, ada kolam mandi bolanya juga. Ada perpustakaan mini. Halaman belakangnya luas (ini penting sih buat saya). Kamar mandinya cukup luas, tidak licin, bersih dan ngga bau. Ada mushola kecil. Tersedia dapur dan ruang makan. Kantin dengan jajanan sehat, area menunggu para mama jadi ngga kepanasan atau kehujanan. Jajanan yang dijual pun diseleksi terlebih dahulu, no permen, no coklat, ataupun mecin2an. Sejauh mata memandang tempatnya oke (dalam artian aman dan nyaman) buat saya dan Nabil.

Selain itu, yang saya suka dari sekolah ini mereka tidak memperkenankan selebrasi ulang tahun seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Cukup potong kue atau membagikan nasi kotak di kelas. Tidak ada pemberian kado, goodie bag, ataupun sejenisnya (alhamdulillah kerempongan emaknya berkurang). Hal lainnya yang saya suka, setiap ada acara/kegiatan murid perempuannya tidak disarankan untuk make up atau sanggul-sanggulan, jadi dibiarkan saja polos seperti anak-anak seharusnya. Labschool pun menekankan setiap muridnya untuk lebih berkolaborasi ketimbang berkompetisi. Bisa dilihat ketika perayaan 17 agustusan, perlombaan tetap ada tetapi tidak ada yang menang ataupun kalah. Tidak ada hadiah untuk juara 1, 2 ataupun 3. Yang terpenting semua anak merasa hepi ikut serta meramaikan acara. Secara garis besar Labschool sesuai dengan prinsip yang keluarga kami anut. Alhamdulillah menemukan sekolah yang cocok dengan saya dan anak saya. Walaupun Ciawi – Labschool jauhnya luar biasa. Tapi mama hepi, Nabil juga hepi sekolah disini. Rencananya sih untuk TK Nabil mau meneruskan disini lagi.

Semoga bermanfaat reviewnya.

Selamat memilih sekolah yaaaa ibu2…

Wisata Edukasi Anak di Bandung: Bird and Bromelia dan Kota Mini

Bingung mau ajak Nabil jalan-jalan kemana untuk menghabiskan liburan sekolahnya, secara waktunya lama banget sampe sebulan dan bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru pula. Alamak rasa-rasanya kok males banget buat keluar rumah. Secara kita paling anti untuk bepergian di tanggal merah atau long weekend. Akhirnya kita memutuskan baru tanggal 2 untuk pergi.

Setelah browsing sana sini nyari wisata edukatif untuk anak, akhirnya pilihan tertuju pada Kota Bandung. Tepatnya ke Bird and Bromelia Pavilion, daerah Dago Giri. Buat yang udah pernah ke Bali Bird Park, konsep tempatnya serupa. Cuma yang ini harganya lebih terjangkau, tiketnya 35ribu aja (untuk weekday). Tapi areanya lebih mini dan binatangnya lebih sedikit. Bird Park disini juga sama-sama dilindungi jaring di bagian atasnya, sehingga hewan-hewan masih bisa terbang di alam bebas dan anak-anak bisa berinteraksi langsung. Rekomen buat tempat wisata anak, tapi ngga stroller friendly, jalanannya bertangga-tangga soalnya. Better bawa gendongan aja deh. Buat lansia juga ngga oke, kasian harus turun naik tangga dan jembatan.

Tujuan kita selanjutnya ke Kota Mini. Berada di satu kawasan dengan Floating Market. Salah satu tempat wisata di Bandung yang instagrammable karena banyak spot-spot kece. Disini banyak wahana edukasi seru untuk anak-anak. Anak bisa bermain peran dan berpakaian sesuai profesi yang diinginkan, ada polisi, pemadam kebakaran, barbershop, koki, dokter dll. Yang paling seru buat gw sih Fire Fighter, si anak bisa pake kostum pemadam kebakaran dan nyemprot api tiruan dengan airnya segala loh. Bagus banget untuk membangun imajinasi anak.

Biaya masuk ke Kota Mini terbilang agak mahal buat gw, tiket masuknya 25rb. Setiap wahana kita harus bayar lagi 25-35rb. Tiket terusannya 150rb untuk 15 wahana atau 98rb untuk 5 wahana. Karena masih baru tempatnya jadi agak penuh, ngga kebayang kalo libur Natal dan Tahun Baru macem apa.

Untungnya Nabil hepi banget ke 2 tempat ini, pulang-pulang langsung kecapean dan tidur. Asyik ya Bil liburan 🙂

Hasil Rapot Nabil (Semester 1)

Memberikan kesempatan buat Nabil untuk berkembang di Labschool IPB ISFA ternyata banyak membawa perubahan positif di dalam kehidupan sehari2nya. Pembagian rapot Sabtu kemarin hasilnya cukup memuaskan, walau ada beberapa aspek yang masih harus diasah. Hasil yang paling baiknya sih ada di kompetensi seni dan bahasa.

Pendidikan usia dini ternyata membuatnya jadi lebih mandiri. Punya sifat tanggung jawab, lebih sadar akan kebersihan dan berkata santun. Mau mengucapkan kata tolong, maaf dan terima kasih. Menumpang lewat tidak lagi dengan menyebut kata “awas”, tapi menggunakan kata permisi sebagai gantinya. Yang bikin mama ngikik sih, dia kalau ngasih tunjuk sesuatu kadang pake jempol bukan telunjuk. Meng-copy gerakan gurunya.

Beberapa contoh kemandiriannya, sekarang dia udah bisa pakai sepatu dan kaos kakinya sendiri, mengambil minumnya sendiri, menaruh piring bekas makannya ke bak cuci piring, menaruh baju kotor ke keranjang cucian, bisa membuka celana sendiri dan masih banyak lagi. Sifat tanggung jawabnya yang terlihat, dulu sehabis berantakin mainan dia ngga mau merapikan kembali atau minta bantuan mamanya yang merapikan mainannya. Sekarang dia punya kesadaran beres2 dan mengembalikan lagi ke tempatnya tanpa diminta. Terharu…

Walau (masih) belum mau makan sendiri, tapi Nabil suka sekali mencuci tangannya sebelum dan sesudah makan. Mengelap mulutnya yang basah atau menyeka hidungnya dengan tisu ketika dia sedang flu.

Sifat beraninya ditunjukkan ketika sekolah mengadakan vaksin MMR. Tau dong gimana dramanya anak2 kalau yang namanya disuntik jarum? Tapi karena sebelumnya sudah di briefing disuntik itu sakitnya cuma sebentar dan tujuannya untuk badan sehat, Nabil akhirnya berani dan cuma meringis dikit. Malah dia membujuk dan nemenin temannya yang nangis meraung2 buat jangan takut untuk disuntik. Good job Nabil!

Pas acara Hari Budaya di sekolah, kelas Nabil kebagian nari Tokecang. Ah senangnya untuk pertama kalinya dia mau tampil percaya diri dan semangat di depan banyak orang walau sempet drama di rumah ngga mau pake atribut.

Motorik halusnya pun sekarang semakin meningkat, menggunakan alas tulis sudah membaik walau penekanan tulisannya masih kurang.

Sejauh ini yang masih harus dikembangkan cara memegang gunting, meronce, dan motorik kasarnya seperti latihan keseimbangan memegang satu kaki, memanjat dan bergelantungan. Kegiatan meronce entah kenapa sering buat Nabil frustasi, jadinya selalu pengen udahan. Kalo bergelantungan atau memanjat emang dari dulu dia agak kurang mahir, otot2 tangannya kurang kuat. Maklum anak saya luar biasa ngga doyan makan :(. Besok2 kita belajar sama2 lagi ya Bil.

Ngga terasa waktu kok cepet banget berlalu. Dulu rasanya masih bayi yang digendong2, sekarang Nabil udah banyak argumen, makin bertambah kosakatanya dan penuh intrik. Yang terakhir ini nih yang sering bikin otak mamanya berasep. Seneng rasanya Nabil udah semakin dewasa dan mampu melewati fase2 di hidupnya dengan baik. Semoga kita bisa sama2 berkembang dan belajar hal sebanyak mungkin setiap hari ya, Bil. Semangat dan hepi terus sekolahnya…