Dan Kita Saling Melupakan

Apa kabarmu, Sayang?
Seketika kamu tanpa izin menari-nari dalam pikiran
Membisikanku namamu berulang
Mengalahkan riuh takbir yang sedang berkumandang
Kita sudah tak seperti dulu, saat debar ini masih menggebu
Mungkin tersapu hujan kemarin sore yang tak berkesudahan
Meluruh entah kemana
Tentang setumpuk cerita, gelak tawa dan kenangan yang melekat dalam ingatan
Betapa Tuhan terlalu terburu-buru memisahkan kita dengan waktu
Dan sampai akhirnya tersadar, bahwa kita sudah saling melupakan

Advertisements