Mengulang TK, Kenapa Ngga?

Tahun ajaran baru sudah semakin dekat, saya sebagai orangtua tentunya agak bingung seputar masalah mau masukin anak ke SD di usia 6 tahun pas, atau mengulang TK B dan SD di usia 7 tahun. Karena saya berniat untuk memilih sekolah swasta, saya berpikir usia 6 tahun Nabil sudah bisa dimasukkan ke SD. Ternyata mayoritas sekolah swasta penerimaannya per 30 Juni atau 1 Juli. Pupus sudah harapan saya, secara Nabil ngga masuk kualifikasi. 6 tahunnya baru di tanggal 13, cuma kurang 2 minggu. Jadi ya 100% harus mengulang TK.

Sedih ngga? Sedih bayarnya doang sih. Tau sendiri dong biaya masuk sekolah zaman sekarang jarang ada yang murah. Untungnya sampai saat ini, mulai dari playgroup sampe kindergarten 2 Nabil belum pernah yang namanya moody, tantrum, atau mogok sekolah. Selalu hepi karena ketemu temen-temen dan sekolahnya sangat menyenangkan. Malah kalo di rumah dia lebih sering rungsing dan mengeluh bosen, mungkin karena kurang kegiatan.

Lagipula dengan memasukan Nabil di usia 7 tahun menurut saya adalah waktu yang tepat bagi dia untuk memulai pembelajaran di SD, keterampilan dan motoriknya akan lebih matang. Ketika di SD sudah dipastikan porsi bermainnya akan lebih sedikit, menulis adalah sebuah keharusan, dan membutuhkan konsentrasi dalam waktu yang panjang. Apalagi beban SD zaman sekarang sudah berat, berbeda dengan zaman dulu. Anak sudah harus bisa baca tulis dan berhitung. Sedangkan untuk saat ini, walau sudah mahir memegang alat tulis secara tripod, Nabil masih suka mengeluh tangannya kelelahan. Harus lebih banyak di stimulus. Toh baca tulis pun belum bisa, baru mengenal angka dan huruf, karena di sekolahnya tidak memperbolehkan calistung di usia dini. Jadi, pilihan yang tepat untuk menuntaskan perkembangan motorik dan psikologisnya dulu, biar dia puas bermain di TK dan lebih siap untuk tertib ketika sudah masuk SD.

Sekolah playgroup sampai TK selama 4 tahun tentunya bukan waktu yang sebentar. Pasti ada saja yang bilang “kasian banget masih kecil udah sekolah”, “kecepatan sih dia masuknya ntar bosen tuh lama-lama sekolah”, ngapain sekolah? paling cuma nyanyi, tepuk tangan sama baris berbaris aja. Andai mereka tau banyak sekali perubahan yang dialami Nabil di sekolah. Yang jelas ngga ada penyesalan sama sekali buat saya, saya merasa beruntung Nabil sekolah dan mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Tidak semenakutkan tulisan-tulisannya Elly Risman yang beredar di medsos-medsos kok 🤪. Sekolah Nabil jauuuh dari semua yang dikatakan si Ibu itu. Semua kembali ke anak masing-masing.

Ya, memang terjadi salah hitung yang saya lakukan untuk menyekolahkan Nabil. Karena saya terlalu pede Nabil lahir di bulan Juli bakalan di terima-terima saja di sekolah swasta, tidak mencari informasi yang lebih akurat. Maka dari itu solusinya, dia mengulang TK tapi saya pindahkan sekolahnya untuk mencegah dia sekelas dengan adik-adik kelasnya. Kalo pindah sekolah setidaknya dia ikutan “lulus”.

Semoga ini jadi keputusan terbaik ya, Bil. Mudah2an sekolah selalu jadi tempat yang menyenangkan. Mudah2an juga rezeki mama dan papa selalu dimudahkan dan dilancarkan untuk ngasih pendidikan dan lingkungan yang baik untuk Nabil ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s