Hasil Rapot Nabil

Memberikan kesempatan buat Nabil untuk berkembang di Labschool IPB ISFA ternyata banyak membawa perubahan positif di dalam kehidupan sehari2nya. Pembagian rapot Sabtu kemarin hasilnya cukup memuaskan, walau ada beberapa aspek yang masih harus diasah. Hasil yang paling baiknya sih ada di kompetensi seni dan bahasa.

Pendidikan usia dini ternyata membuatnya jadi lebih mandiri. Punya sifat tanggung jawab, lebih sadar akan kebersihan dan berkata santun. Mau mengucapkan kata tolong, maaf dan terima kasih. Menumpang lewat tidak lagi dengan menyebut kata “awas”, tapi menggunakan kata permisi sebagai gantinya. Yang bikin mama ngikik sih, dia kalau ngasih tunjuk sesuatu kadang pake jempol bukan telunjuk. Meng-copy gerakan gurunya.

Beberapa contoh kemandiriannya, sekarang dia udah bisa pakai sepatu dan kaos kakinya sendiri, mengambil minumnya sendiri, menaruh piring bekas makannya ke bak cuci piring, menaruh baju kotor ke keranjang cucian, bisa membuka celana sendiri dan masih banyak lagi. Sifat tanggung jawabnya yang terlihat, dulu sehabis berantakin mainan dia ngga mau merapikan kembali atau minta bantuan mamanya yang merapikan mainannya. Sekarang dia punya kesadaran beres2 dan mengembalikan lagi ke tempatnya tanpa diminta. Terharu…

Walau (masih) belum mau makan sendiri, tapi Nabil suka sekali mencuci tangannya sebelum dan sesudah makan. Mengelap mulutnya yang basah atau menyeka hidungnya dengan tisu ketika dia sedang flu.

Sifat beraninya ditunjukkan ketika sekolah mengadakan vaksin MMR. Tau dong gimana dramanya anak2 kalau yang namanya disuntik jarum? Tapi karena sebelumnya sudah di briefing disuntik itu sakitnya cuma sebentar dan tujuannya untuk badan sehat, Nabil akhirnya berani dan cuma meringis dikit. Malah dia membujuk dan nemenin temannya yang nangis meraung2 buat jangan takut untuk disuntik. Good job Nabil!

Pas acara Hari Budaya di sekolah, kelas Nabil kebagian nari Tokecang. Ah senangnya untuk pertama kalinya dia mau tampil percaya diri dan semangat di depan banyak orang walau sempet drama di rumah ngga mau pake atribut.

Motorik halusnya pun sekarang semakin meningkat, menggunakan alas tulis sudah membaik walau penekanan tulisannya masih kurang.

Sejauh ini yang masih harus dikembangkan cara memegang gunting, meronce, dan motorik kasarnya seperti latihan keseimbangan memegang satu kaki, memanjat dan bergelantungan. Kegiatan meronce entah kenapa sering buat Nabil frustasi, jadinya selalu pengen udahan. Kalo bergelantungan atau memanjat emang dari dulu dia agak kurang mahir, otot2 tangannya kurang kuat. Maklum anak saya luar biasa ngga doyan makan :(. Besok2 kita belajar sama2 lagi ya Bil.

Ngga terasa waktu kok cepet banget berlalu. Dulu rasanya masih bayi yang digendong2, sekarang Nabil udah banyak argumen, makin bertambah kosakatanya dan penuh intrik. Yang terakhir ini nih yang sering bikin otak mamanya berasep. Seneng rasanya Nabil udah semakin dewasa dan mampu melewati fase2 di hidupnya dengan baik. Semoga kita bisa sama2 berkembang dan belajar hal sebanyak mungkin setiap hari ya, Bil. Semangat dan hepi terus sekolahnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s