(Travel Diaries – 11) Jelajah Green Canyon

Akhir September ini (28-30 Sept) gw habiskan untuk mengunjungi Green Canyon dan Pantai Pangandaran. Jadi ceritanya gw rame-rame kesana dengan temen traveling gw, sekitar 40orangan nyewa bis besar. BUKAN! ini bukan darmawisata anak SD kok. Kita cuma sesama pecinta traveling yang dipertemukan Tuhan, halah..Berangkat Hari Jumat malam dan pulang Hari Minggu, semua itu cukup dengan membayar Rp. 475.000 udah all in.

Perjalanan dari Jakarta menuju Green Canyon sekitar 8-9 jam. Karena kita berangkat malam hari, jalanan pun cukup lancar. Green Canyon terletak di daerah Pangandaran deket dengan Ciamis. Selain Green Canyon ada objek wisata lain yang bernama Batukaras di daerah itu. Sebenernya nama asli Green Canyon itu sendiri adalah Cukang Taneuh, yang artinya jembatan tanah. Namun sepertinya nama Green Canyon lebih populer dan lebih nge-hits diucap di kalangan masyarakat.

Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang melintas melewati gua. Diapit juga dengan bukit, bebatuan dan pepohonan yang cukup rindang. Warna airnya kehijauan dan sangat jernih, karena warnanya yang hijau itulah (mungkin) dinamakan Green Canyon.

Di Pangandaran banyak tersedia hotel, baik yang kisaran harganya murah ataupun mahal. Untuk menuju Green Canyon dari tempat gw menginap, bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dengan menggunakan mobil pick up. Jalanannya cukup terjal dan berdebu karena bukan jalanan beraspal. Tujuan kita kesana adalaaaaah body rafting, wohooo! Setelah sampai di dermaga, kita diberi alat keselamatan. Lalu kita diantarkan ke sebuah bukit dan kita harus menuruni bukit tersebut dengan berjalan kaki yang merupakan garis start menuju Green Canyon.

Sebaiknya yang mau body rafting ataupun berenang jangan membawa barang-barang berharga kalo ngga mau kecebur. Hp, perhiasan, kamera (kecuali kamera underwater), uang dll dititipkan saja ke pemandu, karena mereka yang akan menjaga barang-barang kita. Dijamin aman ko.

Dari mulut gua Green Canyon bisa dilanjutkan dengan berenang atau merayap di tepi batu. Untuk yang ngga bisa renang jangan khawatir, karena akan disediakan pelampung. Bagi yang suka hal-hal yang menantang, ada sebuah batu besar dengan ketinggian sekitar 5m, kita bisa terjun bebas dari batu tersebut ke sungai. Meski harus menempuh perjalanan seperti ini terus menerus, kurang lebih sekitar 2-3 jam, perjalanan dipastikan akan aman dan tidak membosankan. Karena kita disuguhi pemandangan alam yang super hijau. Aliran air di sungai ini cukup panjang, kita bisa mengikuti arus dari air terjun yang mengalir. Ada beberapa arus yang memang cukup deras, tapi tenang aja banyak pemandu yang akan membimbing walaupun gw berkali-kali diceburkan secara tidak senonoh.hih! Harap hati-hati disini banyak karang. Perlu diingat untuk yang sudah ditengah perjalanan, ngga bisa kembali lagi ke tempat awal karena harus meneruskan perjalanan sampai selesai. Setelah sampai di garis finish bisa dilanjutkan naik perahu menuju dermaga.

20140225-234024.jpg

Dianjurkan untuk yang mau kesini untuk memilih waktu di musim kemarau. Karena kalau musim hujan aliran sungainya cukup deras dan airnya berwarna kecoklatan. Rugi kan ngga bisa liat cantiknya Green Canyon?

Happy Traveling!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s