Rindu

Masih bolehkah aku mengucap rindu?
Diantara waktu yang semakin dekat untuk kita bertemu.
Mari ulurkan tanganmu, biar kusambut dan kita bisa bergandengan tangan menunggu waktu senja.
Lalu duduk berdampingan dengan aku bersandar di dadamu, sejenak utuh memilikimu dan merasakan berada dalam kenyamanan.
Aku ingin menatap mentari, ditemani sepasang mata coklatmu.
Sampai ia terbenam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s