Fadli Zon Library: Museum Versi Mini

Buat kalian apa yang terlintas kerja di perpustakaan? ngebosenin? monoton?atau mungkin ada yang bilang “memang ada yang bisa dikerjain di perpustakaan?”

Oke, gw kerja di perpustakaan. Dan gw setuju dengan pendapat orang-orang yang mengatakan hal demikian. Buat gw sangat boring. Tiap hari kalian akan berinteraksi sama yang namanya buku, buku dan buku. Makhluk tak bernyawa. Dari buku yang masih lurus sampai yang sudah keriting lecek. Dari yang masih mulus sampai yang sudah bolong-bolong dimakan waktu dan rayap. Dari yang super tipis sampai yang tebel banget. Dari yang warna putih sampai kecoklatan butek. Gw udah menikmati itu semua, daaaaaaaaaaaannnn KENYANG!

Sudah hampir 3 tahun lebih gw bekerja di Fadli Zon Library, sebuah perpustakaan yang juga art gallery di daerah Benhil, Jakarta Pusat. Awalnya gw hanya mengerjakan proyek perpustakaan yang targetnya 7000 buku dan saat itu sambilan kuliah. Lumayan lah namanya mahasiswa, nambah-nambah uang saku. Eh malah jadi keterusan sampai sekarang.

FZL sudah menjadi rumah kedua buat gw, selain memang tempatnya di desain cozy dan homey. Disini pun bisa sesuka hati. Begitupun dengan jam kerjanya, dateng ke kantor juga sesuka hati dan pulang sesuka hati, tanpa ada jam kerja yang mengikat. Yang penting target pekerjaan tercapai dalam waktu 1 bulan. Kantor mana coba yang bisa kaya gini?

Secara keseluruhan, FZL itu terdiri dari 3 lantai. Lantai bawah ruang kerja. Lantai 2 ruang kerja dan perpustakaan. Lantai 3 perpustakaan dan ruang diskusi. Sebenernya sih ada serunya kerja di perpustakaan? kalau kalian yang memang suka buku jadi kaya informasi, yang bisa didapatkan secara gratis. Buku itu jendela dunia, mewakili pengetahuan di dalamnya. Tentunya pengetahuan pun sedikit banyak jadi bertambah. Dari yang oon banget, jadi agak ngga oon. Dari yang agak ngga oon, jadi lumayan. Kerja disini juga jadi tau buku-buku mulai dari terbitan zaman dulu sampai sekarang, jadi tau nama-nama penulis/pengarang plus ketemu langsung orangnya. Jadi tau sejarah, kalian juga bisa sering ketemu sama orang terkenal disini dan masih banyak lagi. Buat yang ngga suka kerja dengan alur yang monoton, kerja di perpustakaan memang hal yang sangat-sangat membosankan.

Untuk perpustakaan pribadi, FZL sudah bisa dikatakan cukup lengkap. Kenapa? bisa dibayangkan mana ada perpustakaan pribadi koleksinya sampai puluhan ribu. Selama gw bekerja disini sudah sekitar 23.000 lebih buku dan majalah yang sudah gw olah. Dalam bentuk Bahasa Indonesia, Inggris juga Belanda dengan berbagai macam subjek, dan tentunya masih banyak buku lain yang mengantri untuk diolah. Sebenernya ada bahasa lain seperti Jerman, Cina, Rusia, Arab dan Jawa, tapi karena keterbatasan bahasa yang dimiliki dan ngga ada yang mengolah, buku-buku dengan bahasa tersebut dibiarkan begitu saja. Sayang banget ya?

Mayoritas koleksi buku di FZL seputar Sejarah, Sastra dan Politik Pemerintahan. Bidang-bidang yang atasan gw geluti. Tapi selain itu masih banyak juga kok subjek-subjek lainnya, seperti agama, seni, komunikasi, bahasa, teknologi, filsafat, jurnalistik dan lain-lain. Kalau mau liat koleksinya bisa mengunjungi web berikut ini: http://www.fadlizonlibrary.com/.

Salah satu kekurangan FZL adalah karena perpustakaan pribadi koleksinya tidak boleh dipinjam. Di FZL tidak ada barcode dan juga tidak menyediakan keanggotaan. Jadi, koleksi hanya boleh di fotokopi dan dibaca di tempat. Tapi tidak perlu khawatir, siapapun boleh mengunjungi perpustakaan ini, terbuka untuk umum. Buat yang mau menghibahkan bukunya kesini juga boleh banget, diterima dengan senang hati.

Beberapa pengunjung yang sudah kesini untuk meminjam buku antara lain, mulai dari penulis, peneliti, mahasiswa yang sedang membuat skripsi atau thesis, sampai politikus dan seniman juga ada. Bahkan kedubes luar negeri pun pernah datang berkunjung. Rata-rata pengunjungnya memang yang sedang penelitian atau membuat buku. Mereka mencari referensi kesini karena terkadang buku-buku yang mereka cari di toko buku sudah tidak terbit lagi. Di FZL memang menyediakan banyak buku keluaran lama yang sudah tidak dicetak lagi ataupun yang memang sudah sulit dicari. Itulah yang menjadi keunggulan perpustakaan ini.

Kekurangan lainnya, FZL belum memiliki e-book, mungkin ke depannya berencana akan membuat. Karena kalau setiap yang meminjam buku harus fotokopi boros kertas. E-book itu lebih praktis, hemat waktu dan biaya.

Atasan gw itu kolektor sejati. Tidak hanya buku atau majalah aja yang ada disini, beliau juga kolektor surat kabar lama, keris, lukisan, setrika pakaian dari bara, mata uang lama, foto-foto, bungkus rokok, arca, patung, fosil, piringan hitam, dan benda bersejarah lainnya. Kantor gw layaknya mini museum. Dari buku tertua yang namanya Rumphius disini juga ada. Eh FZL pernah dapet piagam penghargaan Museum Rekor Dunia loh.

Dari semua koleksi yang ada, ruangan di FZL terlalu sempit buat menampung seluruh koleksi yang bejibun. Sebagian buku-buku yang double sudah disimpan sih di Padang, nama tempatnya Roemah Boedaja Taufiq Ismail yang letaknya di Padang Panjang. Bisa mengunjungi website dibawah ini:

http://aieangekcottage.com/roemah-boedaja-fadli-zon-diresmikan.html.

Tempatnya semacam Fadli Zon Library juga, menyimpan sejumlah koleksi kuno dan bersejarah. Tapi khusus yang terkait dengan kebudayaan Minangkabau saja.

Baca buku itu memang banyak digemari, tidak hanya sekedar kegiatan tapi juga bisa dijadikan hobi. Selain murah meriah, membaca bisa dilakukan dimana aja. Apa kamu salah satu yang punya hobi itu?

Buat kamu-kamu yang suka baca, suka sejarah, suka budaya ataupun suka seni, main yuk ke FZL. Disini kamu bisa menikmati perpustakaan yang suasananya beda dengan di tempat lainnya 🙂

Alamat:
Jl. Danau Limboto C2/96, Jakarta 10210
No.Telepon:
(021) 5734382

Jam Buka: Senin-Jumat, 09.00-17.00 WIB
Sabtu (with appointment)

13 thoughts on “Fadli Zon Library: Museum Versi Mini

  1. aslmlkm wr.wb
    Pak Fadly Zon, sy mau menawarkan koleksi foto foto Bersejarah asli Pertemuan Presiden RI HM.SOEHARTO dengan Presiden USA RONALD REAGAN. berikut juga foto Bpk Presiden berfoto bersama Masyarakat di Bina Graha. Voucher isi ulang bekas edisi 100 tahun BUNG KARNO, koran lama edisi Tandukan Kepala Zinadine Zidan ke dada Materazzi di Piala Dunia dll
    mudah mudahan ini dapat melengkapi koleksi bapak
    terima kasih,Wass
    Gusti

    • Mudah dijangkau mba. Bisa berhenti di jembatan MPR DPR. Lewat jembatan penyebrangan kemudian ada jalan tangga di sebelah
      Bank BNI. Bisa motong jalan lewat situ. Cari saja jalan danau limboto C2/96.
      Alternatif lain dari Stasiun Karet bisa naik angkot biru 03 jurusan Benhil, berhenti di lapangan merah. Kemudian jalan sedikit.
      Semoga membantu.

    • mas, akses menuju fzl ini kalau naik busway halte terdekatnya apa ya? boleh minta rute akses ke situ, kebetulan saya dari Ciputat, mahasiswa UIN Jakarta. thanks

  2. Pak fadly saya punya koleksi barang antik berupa batu asli berat 500ons bisa diajak komonikasi dgn gerakan memutar’ mungkin bermiinat untuk menambah koleksi yg antik dan sangat langka.

  3. Mas, fzl bersedia tidak jika sekiranya tempatnya dijadikan penelitian utk skripsi saya? Karena saya melihat keunikan dari library ini. Mohon bantuannya

  4. Sdah sekitar 2 minggu bertetangga dgn FZL. setiap pergi dan pulang kerja saya melewati FZL. Sangat penasaran melihat dalemnya 😀 Semoga segera menemukan waktu yg tepat utk berkunjung ke FZL 😀

  5. Assalamu’alaykum Bapak Fadhil zon,saya Ade Suryana dicengkareng memiliki sekitar 15 keris Asli peninggalan jaman kerajaan,jika Bapak berminat dapat menghubungi saya di 087889562008,terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s